Sunday, July 15, 2018

Kenikmatan

Apakah nikmat harus terus bersanding dengan perih?
Ataukah nikmat-perih telah lama bersetubuh, lebur jadi Esa.
Hanya saja aku pun tak mau mengakui perih itu.
Kenapa harus ada?

Letih jiwa terus berontak raga disetiap waktu.
Detik yang berlalu hanya menyisakan kekosongan.
Kekosongan jiwa, raga lumpuh seolah tak dapat menikmati rasa yang ada.
Tapi aku senang jiwa raga ini melebur jua, ketika ...

Ketika ku sadar perih ini memang harus tetap ada.
Dia harus tetap hadir untuk menjaga nikmat.
Tanpa perih, aku hanya bajingan durjana dengan raga tak beserta jiwanya.
Tanpa perih, aku bukan seorang manusiaNya