Aku ingin membuat kata-kata,
Tapi, tentang apa?
Tapi, tentang apa?
Ohh Badai,
Bung Djarot berkata pasti berlalu.
Bung Djarot berkata pasti berlalu.
Ketika badai menerjang aku ingin menjadi pahlawanmu.
Memelukmu, sehingga takkan ada celah sedikitpun untuk menyentuh.
Memelukmu, sehingga takkan ada celah sedikitpun untuk menyentuh.
Badai berlalu, aku akan berada di sampingmu merangkul.
Tertawa hangat dengan kelembutaan yang didambakan semua wanita.
Hei, betapa beruntungnya dirimu?
Tertawa hangat dengan kelembutaan yang didambakan semua wanita.
Hei, betapa beruntungnya dirimu?
Ketika cita, ingin kau raih.
Saat itulah aku berada di depan menjulurkan tangan untukmu.
Tapi, tidak hanya di depan saja lho.
Aku, di belakangmu menjadi dongkrak semangat jiwa!
Saat itulah aku berada di depan menjulurkan tangan untukmu.
Tapi, tidak hanya di depan saja lho.
Aku, di belakangmu menjadi dongkrak semangat jiwa!
Ah, lalu istirahat sejenak di bangku teras rumah.
Sruputt...
Harum teh poci gula batu dan pisang goreng.
Harum angin menerpa wajah kita.
Seolah dia ingin bergabung dengan indahnya senyum kita.
Senyum yang tentunya tak bermakna, tapi kita dengan sadar menikmatinya.
Sruputt...
Harum teh poci gula batu dan pisang goreng.
Harum angin menerpa wajah kita.
Seolah dia ingin bergabung dengan indahnya senyum kita.
Senyum yang tentunya tak bermakna, tapi kita dengan sadar menikmatinya.
Ohh tidak,
Senyum ini bermakna, karena kita berhasil menaklukan badai yang baru saja berlalu.
Senyum ini menghimpun tenaga yang mungkin digunakan untuk menaklukan badai selanjutnya.
Senyum ini bermakna, karena kita berhasil menaklukan badai yang baru saja berlalu.
Senyum ini menghimpun tenaga yang mungkin digunakan untuk menaklukan badai selanjutnya.
Walau ku bukan mahluk hidup yang sakti.
Jangan pernah berharap ada ultraman tiba, karena cemburuku pun ada.
Pokoknya, jangan harap pahlawan-pahlawan itu datang melindungimu dari badai.
Cukup aku, sudah. Tentu dengan kuasa yang Esa.
Jangan pernah berharap ada ultraman tiba, karena cemburuku pun ada.
Pokoknya, jangan harap pahlawan-pahlawan itu datang melindungimu dari badai.
Cukup aku, sudah. Tentu dengan kuasa yang Esa.
Itulah aku, yang selalu akan bersamamu disegala penjuru arah.
No comments:
Post a Comment