Monday, June 2, 2014

Siapa?

Dia,
Aku rasa bukan sekadar manusia.
Karena manusia tidak mungkin berbuat begitu.
Tindakannya selalu memberikanku makna untuk bertindak.
Ya, dibalik keputusanku selama ini.
Sesungguhnya atas inspirasinya jua.
Tapi, sangatlah disayangkan.
Aku belum dapat berbuat untuk dirinya lebih dari yang Dia berikan.
Terlambatkah bertindak?
Oh tentu tidak bagiku.
Karena dia selalu ada di dalam pikiran liarku.
Tugasku untuk buatmu tetap senang.
Jika aku gagal, tandanya aku sudah ditelan bumi.
Siapa dirinya?
Aku dan Dia.

No comments:

Post a Comment