Monday, June 2, 2014

Terbang, layanganku tidak.

Layangan itu asik diterbangkan, jika terbang.
Menggapai langit senja sore hari di bumi yang indah, jika menganggapnya begitu.
Aku yang di bawahnya, merasa iri.
Dianggapnya kecil oleh layanganku sendiri.
Dia menari-nari di angkasa, memandang bumi di bawahnya menjadi kecil.
Karena aku iri, aku tirunya.
Aku harus terbang melalui pikiranku yang liar.
Agar aku dapat menari-nari dengan senang di mana pun raga ini ada.

No comments:

Post a Comment