Monday, June 9, 2014

Tiga yang terkurung


Aku takut akan selalu menjadi angka kesepian seperti akar tiga
Hanya tiga yang aku miliki
Kenapa harus kusembunyikan tigaku di bawah tanda akar kuadrat yang kejam?

Ku mengharapkan diriku angka sembilan
Karena sembilan dapat mengalahkannya dengan aritmatika yang sederhana

Aku tahu takkan melihat matahari seperti 1,7321
Seperti kenyataanku, bilangan irasional yang menyedihkan

Ketika, hei, apakah ini yang kulihat? 
Sebuah akar tiga yang lain
Menari mendekatiku

Kemudian, bersama kita saling mengalikan
Membentuk angka yang kita inginkan.
Bersatu menjadi bilangan bulat

Kita mendobrak ikatan abadi, dengan ayunan tongkat sihir
Tanda kuadrat kami terlepas
Dan cinta untukku telah kembali



(Kumar, 2008)



No comments:

Post a Comment